Berita Nasional

Rabu, 03 Jan 2018, 12:11 WITA

Tidak Ikut Apel, 39 PNS Akan Disanksi Tegas

Humas - KaltaraProv

AKAN DISANKSI : Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Kaltara akan mendapatkan sanksi tegas karena tidak hadir tanpa keterangan pada hari pertama kerja.

 TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kehadiran PNS Provinsi Kaltara di hari pertama kerja tahun 2018, BKD melaporkan bahwa ada 49 PNS yang tidak hadir pada hari itu. Dari data itu, menurut keterangan Kepala BKD Kaltara Muhammad Ishak ada 39 PNS yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Sementara sisanya, dilaporkan dengan keterangan. “Meski tidak hadir dengan keterangan, tetap kita mintai surat keterangannya. Apakah benar sakit atau halangan lainnya,” kata Ishak.

Untuk yang tidak hadir tanpa keterangan jelas, BKD akan memanggil yang bersangkutan untuk di mintai pertanggung jawabannya. “Mengenai sanksinya, rekomendasinya akan kami serahkan kepada Gubernur. Karena Gubernur merupakan pejabat pembina kepegawaian,” ujar Ishak.

Sebagai informasi, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menginstruksikan kepada tim pembina kepegawaian untuk lebih tegas menegakkan aturan kedisiplinan PNS. Utamanya, soal tingkat kehadiran dan kepatuhan kepada aturan kepegawaian.

Khusus hari pertama kerja di 2018, Gubernur menegaskan akan memberi sanksi kepada setiap PNS yang tidak hadir tanpa keterangan jelas. Sanksinya maksimal berupa pencopotan dari jabatan bagi pejabat struktural, dan pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Pada saat memimpin apel, Selasa (3/1) lalu, Gubernur telah menegaskan akan menindak tegas PNS yang tidak hadir tanpa keterangan pada hari pertama kerja. “Kita ingin PNS Pemprov Kaltara punya tingkat kedisiplinan yang baik. Jika sudah disiplin, tentu akan berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” tuntas Gubernur. (humas)