Senin, 07 Aug 2017, 05:11 WITA | 93 Views

Gambar Ilustrasi : Download By Google

ROMBONGAN Tim dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman bersama calon investor, Tsingshan Houding Group meninjau langsung dua lokasi strategis untuk rencanas pengembangan kawasan industri di Kaltara, Kamis (3/8/2017) dan Jumat (4/8/2017) lalu

Disambut oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Syaiful Herman, rombongan langsung bertolak ke titik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Long Bia, Long PesoBulungan.

Direktur Pertambangan dan Infrastruktur Energi Kemenko Kemaritiman, Yohanes Yudi Prabangka menuturkan, potensi yang dimiliki Kaltara cukup banyak. Sehingga sejumlah wilayahnya sangat relevan untuk dibangun Kawasan Industri. Termasuk potensi kesediaan energy, sebegai pendukung pengembangan kawasan industri. 

“Misalnya potensi sungai yang ada di Sungai Kayan. Saya kira ini sangat cukup untuk menjadi salah satu sumber energi untuk mengembangkan kawasan industri di Kaltara. Namun untuk mempercepat itu, upaya jangka pendeknya pembangunan PLTU harus segera dilakukan,” ujar Yohanes di sela-sela kunjungannya.

Karena itu, lanjut dia, Pemprov Kaltara juga harus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan itu. Salah satunya adalah menyiapkan data lebih detil yang berkaitan dengan pengembangan pembangunan kawasan itu.

“Dari data itu, untuk selanjutnya kita paparkan ke instansi dibawah Kemenko Kemaritiman dan sejumlah investor yang tertarik, misalnya PT Tsingshan,” ungkap Yohanes.

Sementara itu, perwakilan Tsingshan Holding Group Hendra, mengakui, tujuan pihaknya ke Kaltara menindaklanjuti rencana investasi dengan melakukan survei di KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Mangkupadi-Tanah Kuning.

Dari hasil survei dan pengumpulan data ini, kata dia, akan dilaporkan ke manajemen untuk dibahas lebih lanjut. “Nanti hasilnya kami evaluasi. Untuk sementara kami belum bisa banyak kasih keterangan,” kata Hendra. Namun Hendra mengaku peluang investasi di KIPI sangat besar. “Kami pun sangat berharap bisa berinvestasi di sini,” timpalnya.

Diketahui, Tsingshan Holding Group melirik peluang investasi di kawasan industri di Mangkupadi-Tanah Kuning dengan rencana investasi mencapai USD 28 miliar atau setara kurang lebih Rp 40 triliun.

Tshingshan berencana menggarap kompleks pemurnian logam terintegrasi dengan membangun pabrik feronikel berkapasitas 1,5 juta ton, ferokrom 1,2 juta ton, stainless steel 1,2 juta ton, mangan 0,5 juta ton, ferrosilicate 0,2 juta ton, baja karbon 10 juta ton, dan alumina 1 juta ton. (humas)

Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×