Selasa, 16 Mei 2017, 05:09 WITA | 35 Views

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mewakili Indonesia mengikuti Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing, China, pada 14 hingga 15 Mei waktu setempat.

Luhut mengatakan, kesertaan Indonesia itu, untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menurut Luhut, Indonesia memamerkan sejumlah paket pembangunan dan menawarkan ke negara peserta forum tersebut untuk berinvestasi. Salah satu yang ditawarkan adalah mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). “Strategi kita untuk pembangunan berkesinambungan dan seimbang antara Jawa dan luar Jawa. Itu yang kita coba tawarkan ke China untuk bisa menjadi satu bagian pembangunan secara berkelanjutan,” ujar Luhut melalui siaran persnya, Minggu (14/5).

Konferensi tingkat tinggi ini diikuti 50 negara, termasuk 29 kepala negara dan kepala pemerintahan seperti PM Malaysia Nadjib Abdul Razak dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Adapun proyek-proyek yang ditawarkan Luhut, di antaranya untuk wilayah Indonesia Tengah, ada beberapa penawaran seperti pembangunan PLTA, salah satunya di Kaltara. Luhut mengatakan, di Kaltara, ada potensi hydropower sebesar 9.000 Megawatt (MW). “Mungkin kita tawarkan tiga tahap atau empat tahap, mimpi kita nanti kita ingin bangun alumunium smelter di sana (Kaltara),” kata dia.

Tak hanya membangun PLTA, Luhut juga menawarkan pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) aluminium di Kaltara. Di mana hingga saat ini baru dikembangkan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Sehingga masih ada potensi keterlibatan investor asing untuk menanamkan dana segar dalam pembangunan smelter di Kaltara.(biro pers setpres/humas)

Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×