Selasa, 16 Mei 2017, 05:08 WITA | 149 Views

RENCANA BANGUN PLTA : Pertemuan antara Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie yang didampingi Wagub, Sekprov dengan jajaran direksi Hyundai Motor Group di Swiss Belhotel Tarakan, Senin (15/5).

TARAKAN – Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Group berniat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mentarang, Malinau. Demikian terungkap saat pertemuan antara direksi Hyundai dengan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie dan jajarannya di Swiss-Belhotel Tarakan, Senin (15/5).

Dari pihak Hyundai diwakili Mr Hyo-Ryong Choi, Director/Professional Engineer (PE) Global Marketing Division dan Mr Paik Sang Hyun, Asst to Chief Representative/Jakarta Brand Office Hyundai Motor Group. Mereka juga didampingi pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ilham. Sementara Gubernur dalam pertemuan itu didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio, Sekretaris Provinsi (Sekprov) H Badrun, Asisten II Syaiful Herman, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muhammad Johan Johor Mulyadi.

Ditemui usai pertemuan Irianto mengungkapkan, Hyundai berencana berinvestasi di Kaltara. Yaitu membangun PLTA di Sungai Mentarang, Malinau dengan rencana kapasitas 160 sampai 300 Megawatt (MW). “Untuk tahap awal, nanti mungkin 160 MW dulu. Namun terus berlanjut hingga targetnya 300 MW,” ungkap Irianto.

Dalam pertemuan kemarin, lanjut Irianto, rencananya akan dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding). Namun dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara masih akan membaca detail sekaligus merevisi dulu draft MoU tersebut, maka Gubernur menginginkan ditunda dulu penandatanganannya. “Akan kita pelajari dulu, kita revisi. Disesuaikan dengan format peraturan yang berlaku di Indonesia maupun di Pemprov Kaltara. Kita menginginkan MoU ini bersifat umum,” urai Irianto.

Gubernur meminta kepada jajarannya untuk secepatnya merevisi draft MoU tersebut. “Saya targetkan dalam waktu 1 minggu ini sudah selesai, nantinya (penandatanganan) MoU akan kita lakukan di Kementerian ESDM RI. Dengan disaksikan pejabat Kementerian dan juga dari pihak PT PLN (Persero), supaya aspek legalitasnya kuat. Karena kita juga ingin pasti legalitas Hyundai ini, untuk membangun PLTA tersebut,” kata Irianto.

Gubernur menegaskan, pihaknya sangat mendukung rencana investasi ini. Namun tetap juga dengan kehati-hatian dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karenanya dalam pertemuan kemarin, belum bisa ditantangani MoU-nya. “Kita sangat mendukung, bahkan tadi kita hadir lengkap. Ada pak Wagub, Sekprov, Asisten II. Karena saya ingin, di daerah juga bergerak cepat karena kita berharap, kehadiran Hyundai yang merupak`an perusahaan besar ini, menambah peluang investasi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kaltara,” tutur Irianto.

Lebih jauh dikatakan, rencana pembangunan PLTA di Sungai Mentarang Malinau ini, sebelumnya telah dibahas bersama pihak PT PLN (Persero). Bahkan sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) di Kaltara. “Dari Kementerian ESDM memberikan jatah 500 MW dalam RUPTL melalui PLTA. Salah satunya yang akan dibangun Hyundai ini,” jelas Irianto.

Listrik dari PLTA Sungai Mentarang ini, lanjutnya, nanti akan dibeli oleh PT PLN. Karena pembangkit ini merupakan Independent Power Plant (IPP). “Nanti akan dikoneksikan dengan transmisi jaringan yang dibangun oleh PLN. Yaitu dari Kaltim – Kaltara. Bahkan hingga Nunukan dan Tarakan,” ulas Irianto.

Mengenai nilai investasi, Gubernur mengatakan belum mengetahui secara pasti berapa besarannya. Namun jika dihitung, secara umum apabila 1 MW nilai investasinya rata-rata USD 3 juta berarti kalau 160 MW, besarnya investasi mencapai USD 480 juta atau sekitar Rp 6,24 triliun (kurs USD 1 = kurang lebih Rp 13.000, Red).

Sementara itu, Mr Hyo-Ryong Choi, Director/PE (Professional Engineer) Global Marketing Division Hyundai Motor Group mengatakan, setelah nanti sudah dilakukan MoU, pihak Hyundai akan segera melakukan kegiatan. Yang diawali dengan Feasibility Study (FS), serta penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan studi lainnya. “Kami akan terus laporkan progres kegiatan yang kita lakukan,” kata Mr Hyo yang datang langsung dari Korsel.(humas)

Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×