Senin, 15 Mei 2017, 05:05 WITA

NUNUKAN – Salah satu poin penting yang diarahkan pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar usulan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Mangkupadi-Tanah Kuning dapat segera terealisasi, adalah ketersediaan listrik untuk menopang berbagai kegiatan didalam kawasan itu.

Ditanya soal ini, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie menyebutkan bahwa upaya percepatan itu, tengah digencarkan pihaknya bersama Pemerintah Indonesia. Salah satunya lewat promosi investasi Kaltara ke dunia internasional.

“Hari ini (kemarin, Red), Presiden (Joko Widodo) mengikuti sebuah pertemuan pengembangan investasi dan ekonomi global di China. Sebenarnya, saya juga diundang untuk menghadiri acara itu oleh Menteri Luar Negeri dan Duta Besar RRC (Republik Rakyat China) untuk Indonesia, tapi saya tak sempat hadir,” jelas Irianto.

Di forum internasional tersebutlah, Kaltara dijadikan ‘jualan’ Indonesia melalui pemaparan Presiden. “Menteri Perindustrian, 3 sampai 4 hari lalu menelepon saya, dan mengatakan bahwa beliau diperintahkan Presiden untuk menyiapkan bahan dalam rangka kehadiran Presiden di forum tersebut. Dan, yang ‘dijual’ adalah Provinsi Kaltara, berikut potensi investasinya seperti pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), pengembangan kawasan industri, industri smelter, dan industri lain yang memanfaatkan PLTA itu,” urai Irianto.

Terhadap arahan ini, Irianto menyebutkan bahwa dirinya telah memerintahkan pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUTR-Perkim) untuk menyiapkan bahan dan data guna dipaparkan pihak Kementerian Perindustrian kepada Presiden. “Sangat besar harapan kita, promosi investasi ini dapat memberikan dampak yang kongkrit bagi pengembangan ekonomi Kaltara di masa depan,” papar Irianto.

Khusus PLTA, Irianto menekankan bahwa kegiatan perekonomian Kaltara begitu bergantung kepada keberadaannya. “Bila PLTA terealisasi, otomatis listrik dengan potensi energi yang besar ini dapat menggerakan seluruh kegiatan perekonomian yang ada di Kaltara. Seperti, pembangunan hotel, tata kota, bahkan industri,” jelas Irianto.

Diakui Irianto, persoalan krusial di Kaltara saat ini, adalah ketersediaan listrik. Untuk itu, peluang investasi ini begitu menjadi sorotan untuk dapat segera direalisasikan. “Kita beruntung potensi energi itu, ada di wilayah kita. Ada batubara, minyak, gas maupun biomassa. Berbeda dengan wilayah lain, seperti Jawa yang hanya unggul lokasi, jumlah penduduk dan aksesibilitas yang memang sudah lebih dulu dibangun,” ucap Irianto.

Kondisi itu, kelak akan tidak menguntungkan bagi daerah di luar Kalimantan, bila ditinjau dalam jangka panjang. Ini dikarenakan, daerah di luar Kalimantan begitu bergantung pada pasokan sumber energi dari Kalimantan, terutama untuk daerah yang mengandalkan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).(humas)

Berita Terkait
UMK Dominasi Perekonomian Kaltara
Jum'at, 26 Mei 2017
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top