Selasa, 21 Mar 2017, 05:09 WITA

AUDIENSI : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie bertemu dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso, Minggu (19/3)

BALIKPAPAN – Sejumlah proyek Kementrian Perhubungan yang sedang dilaksanakan di Kalimantan Utara (Kaltara), terutama pembangunan sejumlah bandara, ditarget harus tuntas sebelum 2019 mendatang. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan hal tersebut usai bertemu dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Agus Santoso, Minggu (19/3).

Gubernur mengungkapkan, kunjungan kerja Dirjen Perhubungan Udara ke Kaltara,  dalam rangka melakukan pengecekan kesiapan dan evaluasi sejumlah proyek infrastruktur Kemenhub di provinsi termuda di Indonesia ini. “Ada sejumlah proyek Kemenhub di Kaltara itu, seperti Bandara (Bandar Udara) Tanjung Selor, Nunukan, Malinau juga Tarakan. Ini yang dicek kesiapannya sudah sejauh mana,” kata gubernur.

Kunjungan Dirjen Perhubungan Udara ini, kata Irianto, juga termasuk mengevaluasi sejumlah proyek strategis nasional yang sedianya berlangsung di Kaltara. “Mereka (Kemenhub) mempercepat kesiapan pelaksanaan proyek-proyek tersebut. Dan, diupayakan sebelum habisnya masa aktif Kabinet Kerja (sebelum 2019, Red.) harus sudah tuntas,” urainya.

Adapun hal-hal yang menjadi titik perhatian pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara adalah kesiapan anggaran, perencanaan, dan pelaksanaannya nanti. “Kami akan mengupayakan agar pelaksanaan proyek Kemenhub di Kaltara, dapat segera terealisasi dan terselesaikan secepatnya. Hal ini akan kami sampaikan juga pada rapat terbatas di depan Presiden Joko Widodo, besok (hari ini, Red) di Jakarta,” ungkap Irianto.

Kabarnya, pada rapat yang bersifat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Kaltara itu, juga akan turut hadir Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, bersama para menteri. “Kebetulan rapat itu akan dihadiri menteri, disitulah akan dipaparkan progres program prioritas dan proyek strategis nasional di Kaltara. Akan kami sampaikan juga apa yang menjadi keinginan kita, agar dapat diketahui dan direspon pihak Kemenhub,” papar gubernur.

Salah satu proyek strategis nasional yang ditekankan Irianto, untuk dapat dituntaskan sesegera mungkin oleh Kemenhub RI, adalah perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Juwata Tarakan. Dikatakannua, Bandara Juwata penting untuk ditingkatkan fungsi dan perannya, mengingat statusnya sebagai bandara internasional. Ini juga untuk menunjang keselamatan penerbangan yang melalui Bandara Juwata Tarakan, disamping peningkatan kapasitas penerbangan nantinya.

“Bandara Internasional Juwata Tarakan akan diperpanjang, dan ini sudah menjadi proyek strategis nasional. Jadi patut dipertegas realisasinya, agar menjamin keselamatan penerbangan dan menjadi gerbang masuk ke Kaltara yang benar-benar memadai,” urai Irianto.

 Selain itu, gubernur juga menitikberatkan perhatiannya pada perpanjangan landasan pacu Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Progres pembangunan landasan pacu bandara itu, hingga mencapai panjang 2.500 meter, dapat terealisasi sebelum 2019.(humas)

Berita Terkait
UMK Dominasi Perekonomian Kaltara
Jum'at, 26 Mei 2017
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top