Selasa, 21 Mar 2017, 05:05 WITA

AKRAB: Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie berbincang santai bersama para pemuda Sebatik yang tergabung dalam Gempur, Sabtu (18/3) petang lalu.

SEBATIK – Di sela kunjungannya ke Pulau Sebatik, Nunukan, Sabtu (18/3) lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, menyempatkan untuk menemui para pemuda setempat yang datang ke hotel tempatnya menginap. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, gubernur banyak memberikan nasehat, masukan sekaligus memotivasi para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Pemekaran (Gempur) Sebatik itu.

Irianto mengapresiasi inisiatif para pemuda yang ingin mendorong percepatan terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Sebatik. “Apa yang ade-ade lakukan ini sangat positif. Saya apresiasi. Bahkan harapan saya tidak hanya pemuda saja, tapi semua elemen masyarakat di Sebatik ikut berperan mendorong percepatan DOB Sebatik,” kata Irianto.

Kepada para pemuda yang tergabung dalam Gempur, Irianto berharap tak sekedar membentuk organisasi, namun tidak ada aksi. Gempur bersama elemen masyarakat lain harus aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mendorong pemerintah pusat untuk bisa mewujudkan terbentuknya DOB Sebatik. Seperti salah satunya, disarankan mengadakan kegiatan seminar dengan menghadirkan pembicara atau nara sumber yang kompenten di bidangnya.

“Pemerintah daerah, sudah melakukan upaya. Dan itu perlu didorong oleh aksi masyarakat. Salah satunya bisa melalui elemen pemuda ini. Namun jangan hanya pemuda saja, tapi juga melibatkan seluruh elemen. Lakukan hal yang bisa mendesak pusat. Kalau perlu aksi di pusat sana,” selorohnya di depan para pemuda itu.

Tak hanya support, gubernur juga banyak memberikan masukan dan nasehat kepada para pemuda Sebatik tersebut. “Gubernur maupun Pemerintah Provinsi telah memberikan dukungan penuh, bahkan sudah melakukan berbagai upaya. Tinggal sekarang bagaimana agar pusat menyetujui keinginan masyarakat untuk memekarkan Kota Sebatik. Makanya itu, perlu adanya dorongan-dorongan dari elemen masyarakat untuk percepatan,” kata Irianto.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyarankan agar para pemuda bersama masyarakat di Sebatik membentuk Presidium. Melalui presidium ini lah yang nanti bersama pemerintah mendorong untuk percepatan pembentukan DOB Sebatik.

Sementara itu ditemui usai bertemu gubernur, koordinator Gempur Fandi Arsidi mengucapkan terima kasih kepada gubernur yang telah bersedia menemui dia dan rekan-rekannya. “Respons Pak Gubernur sangat bagus. Kami berterima kasih banyak diberikan masukan dan motivasi,” kata Fandi yang didampingi beberapa temannya yang tergabung dalam Gempur.

Dirinya pun bersama seluruh pemuda dari berbagai kalangan yang tergabung dalam Gempur, siap menjalankan apa yang menjadi arahan gubernur. Termasuk bersama elemen masyarakat lain untuk membentuk Presidium percepatan DOB Sebatik.

Dalam kesempatan lain, gubernur mengklarifikasi pemberitaan di salah satu media lokal setempat, terkait dengan pertemuannya dengan para pemuda yang tergabung dalam Gempur tersebut. "Supaya tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Saya perlu mengklarifikasi berita di media ini," ungkapnya. Irianto menjelaskan, dalam pertemuan itu tidak ada kalimat menagih janji kampanye terkait pemekaran Pulau Sebatik. Karena memang dalam janji kampanye dan debat Pasangan Calon (Paslon) sebelum Pilkada dua tahun lalu, Irianto menegaskan, tidak pernah menjanjikan akan secepatnya memekarkan Sebatik.

"Hal ini saya tegaskan karena saya yakin adik-adik dari Gempur paham dan mengerti, bahwa terkait cepat dan tidaknya DOB itu domain pemerintah pusat," kata Irianto.

“Seperti yang saya sampaikan saat pertemuan itu, yang saya lakukan adalah berusaha mendorong percepatan dengan meyakinkan pemerintah pusat lewat koordinasi dan komunikasi dengan pengambil kebijakan di republik ini, serta menyampaikan dalam forum-serta tingkat nasional. Dengan tujuan agar pemerintah pusat bisa mengerti dan memahami, serta bisa menindaklanjuti usulan DOB di Kaltara. Bukan hanya Sebatik melainkan termasuk Kabudaya, Krayan, Tanjung Selor dan Apau Kayan, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” terang gubernur lagi.

“Salah satu alasan yang sering saya kemukakan adalah dengan pemekaran, diharapkan percepatan geliat pembangunan di wilayah Kaltara bisa dilakukan. Sehingga membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.(humas)

Berita Terkait
UMK Dominasi Perekonomian Kaltara
Jum'at, 26 Mei 2017
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top