Selasa, 21 Mar 2017, 05:03 WITA

BIDIK SASARAN : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie dan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun tengah membidik sasaran tembak di ruang simulasi latihan menembak milik Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/3) lalu.

Usai mengunjungi Akademi Militer (Akmil) Magelang dan Akademi Angkatan Udara (AAU) di Magelang dan Jogjakarta, Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/3).

Muhammad Nor Gusti, Humas

CUACA bersahabat menemani perjalanan rombongan gubernur menuju lokasi di mana taruna AAL menempuh studi. Transportasi darat milik AAL pun menjadi alat utama yang mengantarkan rombongan menuju kompleks AAL.

Tiba di AAL, rombongan langsung disambut dengan tradisi prosesi militer. Seperti kunjungan yang dilakukan sebelumnya, prosesi militer menjadi tradisi wajib untuk menyambut kedatangan tamu kehormatan.

“Tradisi ini menjadi keharusan bagi seorang taruna maupun prajurit TNI, sebab, ini merupakan cara militer menyambut tamu kehormatan,” ujar Irianto saat disambut oleh Wakil Gubernur AAL, Brigjend TNI (Mar) Rudi Andy Hamzah.

Di hadapan para kadet--sebutan taruna Angkatan Laut, Irianto menjelaskan secara singkat betapa pentingnya peran TNI di mata masyarakat. Para taruna pun begitu antusias memperhatikan tiap tutur kata yang disampaikannya. Sebab, TNI sangat berperan untuk menjaga martabat dan keamanan bangsa Indonesia. Selain menjaga keamanan, TNI dinilainya juga dapat berperan membangun kesejahteraan, salah satunya peningkatan ekonomi.

Secara tegas saat menutup paparannya, Irianto menyerukan kepada seluruh taruna agar dapat memberikan kontribusi terbaiknya kepada provinsi termuda ini. Apalagi, taruna yang terdiri dari instansi akademi TNI, Kepolisian RI dan Praja IPDN, merupakan salah satu lokomotif perubahan di masyarakat. Artinya, keberadaan taruna sangat dibutuhkan untuk melakukan perubahan kecil terhadap pola pikir dan gaya hidup masyarakat ke arah yang positif.

“Kaltara memiliki batas darat sepanjang 1020 kilometer, belum terhitung dengan panjang batas laut. Ini menjadikannya salah satu daerah yang memiliki panjang batas negara terpanjang di Indonesia. Taruna maupun taruni yang akan mengikuti Latsitarda saya harap dengan waktu dapat menggunakan segenap potensinya dengan maksimal,” seru Irianto, yang disambut tepuk tangan meriah dari Taruna AAL.

Usai memberikan paparan, rombongan Gubernur pun melakukan kunjungan ke sarana dan prasarana belajar taruna. Bedanya dari sejumlah kunjungan sebelumnya, tempat yang dikunjungi rombongan kali ini adalah simulasi anjungan kapal (bridge simulator). Ruangan didesain mirip dengan ruang kemudi kapal sehingga tampak nyata saat taruna mempraktekkannya. Hal ini bertujuan agar memudahkan taruna dalam penggunaan alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Bahkan Wagub AAL, terlihat bersemangat memberikan informasi sekilas anjungan tersebut. Seluruh rombongan pun kagum melihat kemajuan teknologi yang mendukung sarana belajar para taruna. Menurut Irianto, kehebatan para taruna di Akademi TNI harus ditopang dengan penguasaan teknologi. Sebab, di era saat ini, teknologi menjadi salah satu indikator peningkatan sumberdaya manusia.

“Sumberdaya manusia saat ini harus ditopang dengan kemajuan teknologi,” ungkap Irianto sambil memperhatikan Wagub AAL menunjukkan kemajuan teknologi yang ada di Bridge Simulator.

Selain Bridge Simulator, tempat lain yang menjadi target kunjungan selanjutnya adalah, ruang simulasi latihan menembak. Balutan teknologi pun tidak lepas dari ruangan tersebut. Ruangan ini hampir sama dengan ruang simulasi menembak Akademi TNI lainnya, baik di Akmil maupun AAU. Di AAL, ruang ini menjadi tempat para taruna untuk mengasah kemampuan menembaknya.

Tanpa canggung, Gubernur dan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, H Badrun mengokang senjata layaknya seorang prajurit dalam situasi perperangan.

Begitu sasaran terbidik, lantas Irianto pun menarik pelatuk senjata dan mengenai target yang ditembak. Suara pekikkan senjata terdengar seolah menggambarkan perang benar-benar terjadi. Hal inilah yang dimiliki oleh AAL, guna menunjang kemampuan belajar.

“Di tiap Akademi TNI pasti memiliki ruang khusus simulasi menembak. Di mana tempat tersebut menjadi sarana pembelajaran para taruna dalam hal menembak,” jelas Irianto, saat akan meninggalkan ruang simulasi tersebut. (bersambung)

Berita Terkait
UMK Dominasi Perekonomian Kaltara
Jum'at, 26 Mei 2017
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top