PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA   humasprovkaltara@gmail.com   0552-22454


DR. H. IRIANTO LAMBRIE
Gubernur Kalimantan Utara
Periode 2016-2021


H. UDIN HIANGGIO, B.Sc
Wakil Gubernur Kalimantan Utara
Periode 2016-2021




Drs. H. BADRUN M.Si
Sekretaris Provinsi
Selamat Datang di Portal Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Publish Date : 2017-04-21

Setelah sekilas memaparkan wajah Kalimantan yang menjanjikan, Koordinator Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK) sekaligus Gubernur Kalimantan Utara  (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie pun melontarkan barisan kalimat untuk menggambarkan kebutuhan Kalimantan tahun depan.

=============

DI atas mimbar, Irianto menyebutkan target pembangunan wilayah Kalimantan 2018 yang disepakati forum, ditetapkan sesuai kondisi dan kemampuan daerah. Kaltara sendiri pada 2018, menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi 4,19 persen, tingkat pengangguran 4,81 persen, dan tingkat  pengangguran 4,60 persen.

Berdasarkan target pembangunan yang dicanangkan pada Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 2018 itu, maka diintegrasikanlah usulan program pembangunan di Pulau Kalimantan menjadi dua fokus prioritas regional. Yakni fokus infrastruktur konektivitas dan pemberdayaan energi terbarukan. “Fokus utama konektivitas adalah menyambungkan Sebatik (Kaltara) dengan Sambas, Kalbar (Kalimantan Barat),” ungkap Irianto.

Dipaparkan Irianto, usulan program dan kegiatan infrastruktur 2018 meliputi peningkatan Pelabuhan  Ferry di Sebatik dan Nunukan dengan estimasi pembiayaan masing-masing Rp 5 miliar, dan Jembatan Nunukan-Tinabasan dan Simenggaris Panjang 6 kilometer dan lebar 12 meter, dimana untuk tahap I estimasi pembiayaannya Rp 50 miliar. “Pulau Tinabasan merupakan salah satu dari 12 titik gelar pasukan TNI (Tentara Nasional Indonesia) di Kaltara,” jelas Irianto.

Usulan lainnya, adalah pembangunan Lintas Selatan Ruas Penajam-Balikpapan sepanjang 45,93 kilometer, dengan estimasi pembiayaan Rp 546 miliar; pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut dengan daratan Kalimantan di Kabupatan Tanahbumbu dan Kabupaten Kotabaru, (Rp 3,5 triliun); pembangunan Jembatan Panda trase Tabukan-Dadahup (Rp 350 miliar); pembangunan ruas jalan batas Kalbar-Tumbang Sanamang-Tumbang Hiran-Tumbang Samba sepanjang 203 kilometer dan sepanjang 168 kilometer missing link (Rp 389 miliar); pembangunan jalan trans Kalimantan lintas tengah ruas Nanga Pinoh-batas Kalimantan Tengah (Kalteng) 100 kilometer (Rp 130 miliar); pembangunan jalan paralel perbatasan ruas Ng Erak-batas Kalimantan Timur (Kaltim) 105 kilometer (Rp 136,5 miliar).

Lalu, pembangunan jalan segmen batas Kalbar-Tiong Ohang-Long Pahangai-Long Boh sepanjang 224 kilometer, estimasi biaya Rp 332 miliar; pembangunan jalan Tering-Long Bagun-Long Pahangai 261 kilometer serta Jembatan Sei Rata (Rp 230 miliar); pembangunan segmen Langap-Long Kemuat sepanjang 24,38 kilometer (Rp 31,7 miliar); segmen Long Nawang-Long Pujungan sepanjang 123,08 kilometer (Rp 160 miliar); dan segmen Malinau-Binuang, kondisi 173 kilometer jalan tanah, 20 kilometer beraspal (Rp 224,9 miliar). “Segmen Malinau-Binuang merupakan segmen penentu, bagi terbukanya isolasi masyarakat Krayan dengan dunia luar. Selama ini masyarakat perbatasan berhubungan dengan dunia luar menggunakan angkutan udara, sehingga berdampak pada tingginya biaya hidup di Krayan. Disini banyak sungai namun belum ada Jembatan,” jelasnya.

Fokus infrastruktur lainnya, adalah pembangunan terminal. Yakni, Terminal Tanjung Selor (tipe A), Terminal Samarinda (tipe A), Terminal Banjarmasin (tipe A), dan Terminal A Singkawang. Masing-masing diestimasikan menelan dana Rp 50 miliar. Ada juga Terminal Barang Ekspor-Impor dengan estimasi Rp 100 miliar di Singkawang. “Tanjung Selor sebagai Ibukota Kaltara  belum memiliki terminal. Terminal ini sangat bermanfaat saat jalan Transkalimantan sudah terhubung dan berfungsi, terutama arus penumpang dari Sebatik menuju Samarinda dan Balikpapan,” ulas Irianto.

Forum juga mengusulkan pembangunan Pelabuhan Pidada (Kaltara) dengan estimasi biaya Rp 50 miliar, Pelabuhan Maloy (Kaltim) Rp 248 miliar, Pelabuhan Palaran dan Kariangau (Kaltim) Rp 100 miliar, Deep Sea Port Mekar Putih-Kalimantan Selatan (Kalsel) Rp 350 miliar, dan Deep Sea Port Kijing (Kalbar) Rp 50 miliar. Lalu Bandar Udara (Bandara), di antaranya pengembangan Bandara Juwata Tarakan, Bandara Tanjung Harapan (Bulungan), dan Bandara Nunukan yang kesemuanya di Kaltara. Adapula kegiatan pembangunan Bandara Samarinda Baru senilai Rp 95 miliar, peningkatan Bandara Tjilik Riwut Rp 25 miliar, peningkatan Bandara Syamsudin Noor Rp 25 miliar, pembangunan Bandara Singkawang Rp 25 miliar dan Bandara Sukadana Rp 25 miliar.

Fokus infrastruktur selanjutnya, adalah kereta api (KA). Disini diusulkan pembangunan jalur KA di Kaltim, yang meliputi jalur Samarinda-Bontang-Sangatta (145,475 kilometer), Balikpapan-Samarinda (89,228 kilometer) dan Tanjung (Kalimantan Selatan)-Tanah Grogot-Balikpapan (233,781 kilometer). Di Kalsel, diusulkan pembangunan jalur KA ruas Tanjung-Tanah Grogot-Balikpapan, Tanjung-Banjarmasin, Banjarmasin-Pelaihari-Batakan dan Pelaihari-Batulicin-Tanah Grogot, serta Palangkaraya-Banjarmasin.

Untuk Kalteng, diusulkan pembangunan jalur KA Puruk Cahu-Batanjung  (425 kilometer), Palangkaraya-Pulang Pisang-Kuala Kapuas-Marabahan-Banjarmasin, dan Palangkaraya-Nanga Bulik. Sementara di Kalbar, diusulkan pembangunan jalur KA Pontianak-Mempawah-Singkawang-Sambas-Aruk, dan Pontianak-Landak-Sanggau. (humas/bersambung)

Berita Terkait
Kabupaten dan Kota
Pembukaan Rangkaian Acara Peringatan HUT Ke-3 Provinsi Kalimantan Utara
peringantan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Pembukaan Rangkaian Acara Peringatan HUT Ke-3 Provinsi Kalimantan Utara
Pengukuhan Bunda PAUD
Pelantikan MABIDA dan KWARDA Prov Kaltara
Copyrights. © 2016 - 2017 Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Sekretariat Daerah
Jalan. Kol. H. Soetadji
Fax. (0552) 22454
Kode Pos 77212
Tanjung Selor
Top